Ketahui 4 Penyebab Umum Kolik dan Kekakuan Perut Pada Bayi

Kolik dan kekauan perut adalah kondisi yang jarang terjadi pada bayi, tapi bisa terjadi pada bulan pertama atau saat menyusui bayi. Apa penyebab kolik dan kekakuan perut pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya? Jawabannya akan kami jelaskan pada artikel di bawah ini.

Penyebab Kolik dan Kekakuan Perut pada Bayi

1. Kolik

Kolik adalah kondisi yang biasanya terjadi pada 3 minggu pertama setelah kelahiran, menyebabkan bayi menangis lebih dari 3 jam sehari. Bayi yang terkena kolik biasanya tumbuh secara normal setelah 3 bulan. Dokter tidak mengetahui penyebab pasti kondisi ini namun mereka menemukan hal itu terkait dengan kepekaan perut bayi.

via nameberry.com

Bayi yang baru lahir tidak hanya mengalami perut kaku, tapi juga sering sakit. Itulah sebabnya bayi lebih banyak menangis daripada bayi lainnya. Kondisi seperti ini adalah normal adanya, dan secara bertahap akan berangsur-angsur hilang. Maka jangan terlalu mengkhawatirkan keadaan tersebut. Namun jika bayi Anda tidak berhenti menangis, maka berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk perawatan terbaik.

2. Alergi Terhadap Laktosa

Beberapa kasus terjadinya kekakuan pada perut bayi ada kaitannya dengan laktosa. Kondisi ini juga dikenal sebagai intoleransi laktosa (sejenis gula). Ini karena tubuh bayi tidak memiliki defisiensi laktosa yang merupakan enzim yang dibutuhkan untuk memecah dan mencerna laktosa.

Intoleransi laktosa dapat menyebabkan kram perut, pembengkakan perut, distensi abdomen dan masalah saluran pencernaan umum. Jangan terlalu khawatir akan keadaan ini, kebanyakan bayi dalam perkembangan akan meningkatkan produksi enzim laktosa dan bayi akan tumbuh seperti biasa.

Tidak ada tindakan khusus untuk menangani masalah ini. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menyusui bayi Anda dengan intensitas sedikit lebih banyak. Karena ASI mengandung enzim yang dapat mempermudah tubuh menyerap laktosa dalam susu, sehingga perut bayi menjadi tidak kaku.

3. Gastroenteritis

pexels.com

Jika bayi mengalami sakit perut disertai demam, muntah atau diare, risikonya tinggi sehingga si bayi menderita gastroenteritis. Gastroenteritis biasanya merupakan infeksi bakteri atau virus. Secara bertahap akan menurun dalam waktu 48 jam, jika lebih serius, bisa bertahan selama seminggu.

Ada beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan :

• Istirahat yang cukup, jangan lupa diberikan minum lebih banyak ASI atau cairan untuk menghindari dehidrasi.

• Minum teh jahe hangat atau kemangi akan sedikit membantu meringankan sakit perut, sekaligus mencegah bayi terkena dehidrasi.

• Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, sering muntah atau demam tinggi tidak hilang, maka bawalah ke dokter segera sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Konstipasi

Ini adalah salah satu penyebab paling umum saat perut bayi besar dan keras. Bayi memiliki sistem pencernaan masih lemah sehingga pencernaan makanan sulit dilakukan dan tidak bisa dicerna sehingga mudah membuat perut kaku dan sembelit. Bayi yang masih menyusui atau yang sedang berlatih berjalan sangat mungkin mengalami konstipasi.

Adapun tindakan yang sebaiknya Anda lakukan adalah dengan mengubah pola makanan bayi Anda saat ini. Jangan lupa untuk memberikan lebih banyak ASI dan makanan kaya serat, karena tindakan ini adalah solusi terbaik dalam masalah konstipasi.

via cloudinary.com

Selain penyebab umum kolik dan kekakuan, ada banyak penyebab lain yang tidak biasa dan lebih berbahaya seperti Hirschsprung, Ascites, Abscess, Gastroparesis. Jika Bayi Anda memiliki kelainan, Anda harus memeriksakan bayi Anda segera, untuk mendiagnosis penyebab pastinya agar mendapatkan perawatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: